IMG-20261016-WA0013

POSINDONESA.NET, KALTENG –

KABUT ASAP KALTENG SEPERTI TAK DIENDAHKAN – 40 JUTA JIWA HISAP RACUN, NEGARA HANYA BAGI MASKER!.

Kalimantan Tengah menjerit. Langit Palangka Raya yang seharusnya biru kini berubah menjadi oranye pekat. Warga sudah 4 bulan menghirup racun, tapi penanganannya masih seperti pemadam kebakaran tanpa air!

#FAKTA MENGERIKAN DI LAPANGAN:

Data Sistem Informasi Deteksi Dini, Kementerian Kehutanan mencatat 3.268 titik panas hanya dalam 12 hari (1-12 Okt 2026) di Kalteng, terbanyak nasional. Akumulasi sejak Januari bahkan mencapai”284.645 titik panas dengan 6.203 kejadian.

Kualitas udara sudah di level pembantaian manusia:

-ISPU Palangka Raya tembus 1.300 untuk PM2.5 (Kategori BERBAHAYA, di atas 300 sudah mematikan)

-AQI 258 dengan PM2.5 183,3 mikrogram
– WALHI mencatat ISPU sempat di atas 4.000!.

-INSTANSI TERKAIT YANG WAJIB BERTANGGUNG JAWAB – KAMI TAG LANGSUNG;

1. KEMENTERIAN KEHUTANAN (Menhut Raja Juli Antoni): Hotspot naik dari 122 jadi 288 titik dalam semalam, tapi mitigasi gambut gagal. Level air tanah gambut Tumbang Nusa -0,99 meter (batas aman -0,4 meter). Pemuda Palangka Raya sudah minta Menhut mundur!.

2. BNPB (Kepala BNPB Suharyanto): Akui 639,23 hektare masih terbakar, terbesar di Kalteng 513,89 hektare di Taman Nasional Tanjung Puting. Tapi heli water bombing “hampir seminggu lebih tidak bisa terbang karena visibilitas rendah”. Alasan klasik tiap tahun!.

3. POLDA KALTENG (Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan): Baru tetapkan 52 kasus dengan 45 tersangka dari 17.724 hektare yang terbakar. Hukum tajam ke bawah, tumpul ke korporasi.

4. PEMPROV KALTENG & GUBERNUR: Sudah perpanjang Status Tanggap Darurat 30 Sept TV v- 29 Okt 2026, tapi 13 kabupaten/kota masih terbakar. Kerahkan 16.387 personel gabungan, tapi asap makin pekat. b89b

5. BMKG & KLHK: Gagal total Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalteng-Kalbar, hingga Presiden Prabowo ditekan laporan palsu “roda kehidupan normal” padahal anak-anak, balita, lansia sesak nafas.

6. DPR RI DAPIL KALTENG (Andina Thresia Narang) Sudah akui “asap masih tebal dan banyak titik api tidak bisa dijangkau relawan”, tapi hanya bagi 20 ribu masker. Warga butuh udara, bukan masker!.

DAMPAK NYATA: Transportasi darat-udara lumpuh, sekolah PJJ, ISPA meledak, ekonomi lumpuh. Greenpeace mencatat *lebih dari 40 juta jiwa terpapar asap di 10 provinsi.

1. TETAPKAN BENCANA NASIONAL SEKARANG! Desakan WALHI, Greenpeace, dan 40 juta warga.

2 Sediakan POS OKSIGEN, PUSKESMAS GRATIS, SAFE HOUSE dengan Air Purifier di tiap kelurahan terdampak!

3.Keterbukaan Publik Anggaran Bencana Karhutla yang sudah digelontorkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto

4.Setiap semua parlemen dan Dinas turun tangan dalam dampak nya yang sangat genting,bahkan meluas hingga ke negara tetangga yang berdampak sangat merugikan.

(Redaksi/Robi)