Diduga Kejam Dan Sadis Oknum Pegawai PPPK Lakukan KDRT Terhadap Istri Bertahun-tahun
Posindonesia.net, Tangerang Selatan –
Kejam dan sadis, dua kata yang tepat disandingkan ke seorang pegawai PPPK di sebuah Dinas Kota Tangerang Selatan yang berprofesi sebagai supir, diduga melakukan tindakan KDRT terhadap istrinya yang sudah terjadi bertahun-tahun.
Berdasarkan informasi yang didapat sejumlah awak media saat menemui korban di kediaman nya, Yuliana (43 tahun) bahwasannya pelaku sudah sering melakukan tindakan KDRT usai pulang kerja dalam keadaan mabuk. “Dari aroma mulut nya sudah kecium itu bau alkohol minuman keras. Bawaannya temperamen dan kasar. Beginilah keadaan yang harus saya alami” keluh Yuliana dengan mata berkaca-kaca.
Bahkan saat akan menemui sejumlah awak media, Yuliana tampak berjalan tertatih-tatih dengan kaki kanan nya masih pincang dan tangan kanannya masih lemah meski pernah dirawat di sebuah rumah sakit. “Ini Alhamdulillaah sudah mendingan, sebelumnya tidak bisa digerakkan sama sekali alias lumpuh sebelah. Dengan dibantu seorang terapis handal, keadaan saya sudah berangsur-angsur membaik meski berjalan kaki dan tangan saya masih sakit dan lemah” lanjut Yuliana.
Tidak hanya pada separuh tubuhnya saja. Yuliana juga mengalami KDRT dengan luka lebam yang menghitam di mata kirinya. Dengan kesabaran dan ketegaran, kondisi ini sudah membaik dan sudah jadi bukti laporan pada pihak kepolisian Kota Tangerang Selatan
“Saya sudah buat laporan tapi kenapa ini sudah jalan 2 bulan tapi pelaku tidak dipanggil dan ditahan. Untuk kerjanya, info yang saya dapat memang sudah dinon-aktifkan tapi kenapa juga masih terima gaji bulanan. Saya ingin kejelasan dan keadilan. Saya sudah jadi korban KDRT. Pada Pemerintah TangseL saya minta peduli dan peka pada hal ini” tegas Yuliana.
Semenjak jadi korban KDRT, Yuliana sudah tidak tinggal seatap lagi dengan pelaku. “Pernah dia datang kesini, oleh anak saya langsung ditolak dan diusir. Saya sudah tidak nyaman dan amat sangat kecewa diperlakukan seperti ini. Coba kalau terjadi pada kakak atau adik perempuan nya, bagaimana??.. pungkas Yuliana dengan raut muka kesal
Sampai berita ini diturunkan, awak media belum dapat menemui kabid dinas terkait dan kasat reskrim karena padatnya aktifitas. Selain klarifikasi terkait informasi yang ada, diharapkan adanya ketegasan dan komitmen hukum tersebut pada dugaan pelaku itu.
“Apabila masalah ini sudah dibereskan sesuai hukum yang berlaku, saya minta cerai. Saya ingin punya hidup aman dan nyaman” tutup Yuliana.
(Redaksi/AmaL Mangunsong/Tim)✍️🇮🇩






