Karhutla Kalimantan Tengah Mencekam Masuk Tahap Fase Bencana Nasional Masih Terjadi, Warga Masyarakat Meminta Presiden RI Dan Jajaran Perhatian Khusus !
Posindonesia!net, Kalimantan Tengah –
Kebakaran Hutan (Karhutla) Kalimantan Tengah masih terjadi, mencekam dan seakan meneror warga sekitar.
Adapun Kebakaran Hutan berawal di bulan Agustus menyebabkan Awan pekat merah, gelap dan mencekam bagi masyarakat Kalimantan Tengah, ketidaknyamanan dan membawakan kekhawatiran.
_ Keadaan Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan Sekitarnya _

Sampai hari ini, Senin,06/10/2026, menurut keterangan warga menjelaskan keadaan Kebakaran Hutan masih terjadi Pada malam hari di wikayah Desa Tanjung Taruna, Jabiren Raya, Pulang Pissu, perbatasan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, membuat masyarakat tidak nyaman untuk melintasinya dan asapnyapun masih mengepung Kalimantan Tengah, kami tidak bisa keluar .
Kebakaran lahan yang terjadi menjadikan keadaan di Kalimantan Tengah menjadi gelap gulita baik keadaan di pagi hari tidak seperti wajarnya awan tidak terlihat sinar matahari, awan terlihat berwarna merah seperti darah begitupun keadaan di siang hari gelap gulita sama dengan keadaan pagi hari. dan itulah yang terjadi sampai saat ini.
Ditambah Pernapasan dan kesehatan masyarakat menjadi terganggu menjadi bermasalah dan anak anak tidak diperbolehkan keluar begitupun dengan anak anak yang sekolah terpaksa Pihak sekolah memberikan pelajaran dengan pembelajaran jarak jauh, dikarenakan keadaan Kebakaran Hutan yang masih ada dan terus berlangsung sampai di bulan Oktober ini, kami juga bersyukur dari orang – orang warga negara jepang membantu penyemprotan air dari udara “, Ujar salah satu warga.

Beberapa hari lalu, 04/10/2026 Cuaca di wilayah Kabupaten Gunung Mas, Kuala kurun, Kalimantan Tengah Imbas dari Kebakaran hutan (Karhutla) yang terjadi menampakan Awan Merah pekat dan gelap gulita di pagi hari.
Dengan keadaan yang mencekam ini, masyarakat kuatir, dan kesehatan menjadi terganggu, warga tidak bisa kemana, yang punya uang bisa mengungsi ke luar daerah, bagaimana dengan warga yang susah, tetap berada di rumah dan semua ruangan dikunci dan ditutup karna kebakaran hutan masih terjadi, Ujar salah satu warga Kalimantan Tengah.
_Pertanyaan Dan Himbauan_
Keadaan Kebakaran Hutan yang masih terjadi di Kalimantan Tengah menjadi tanda tanya bagi aktivis dan Jurnalis, Apa yang sudah dilakukan Pemerintah setempat, dan semestinya perhatian khusus diberikan kepada Warga yang terdampak Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah yang semestinya bisa dibilang Bencana Alam Skala Nasional, dengan Anggaran dari Dinas terkait dikemanakan dan apa saja yang sudah diberikan guna dipakai untuk Kebakaran Hutan atau Bencana Alam Skala prioritas di Kalimantan Tengah.
Dan begitupun atas pemberian bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto Untuk Kalimantan Tengah berkisar 200 Miliar menurut keterangan warga seharusnya patut dipertanyakan dan diberikan atau layaknya dipakai untuk apa saja atau difokuskan kepada warga yang terdampak, sesuai UU Keterbukaan Publik Pemerintah daerah Kalimantan Tengah secara Transparan membuka ruang Jawab terkait Anggaran yang digelontorkan Pemerintah Pusat.
_ Harapan Masyarakat Kalimantan Tengah_
Saat ini Masyarakat Kalimantan Tengah atas apa yang telah terjadi Kebakaran Hutan yang sedang melanda wilayah tempat tinggal mereka sangat Berharap, Jangan badai Bencana Alam Kebakaran hutan ini Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat, Presiden, Wakil Presiden, Rocky Gerung Watinpres, Kepala BNBP Untuk 1 bulan penuh tinggal di Kalimantan Tengah. Bukan 1 hari hanya 1 hari datang lalu Poto – Poto di Karhutla, datang dan rasakan sendiri dan berharap Pemerintah segera mengatasi berjibaku mengentaskan Kebakaran Hutan ini, hidup selayaknya seperti sedia kala. Bukan janji atau rapat di ruang AC hanya untuk mencari solusi tapi Bukti nyata Kerja, dengan keseriusan untuk menyelesaikan Karhutla yang bukan hanya janji dan janji dari Pemerintah tapi bukti nyata untuk serius mengentaskan Karhutla yang sedang terjadi di Kalimantan Tengah, inilah Seruan menurut keterangan dari para Mahasiswa Barito Selatan.
Begitupun Masyarakat dari Palangkaraya juga Berharap menurut keterangan, menyerukan, Menolak atas sikap dan penyataan Kepala BNBP Kalimantan Tengah yang tidak sesuai Fakta yang terjadi, meminta kepada Bapak Presiden atas Status Karhutla yang sudah memasuki Bencana Nasional.
Dan Kepala BNBP Kalteng harus menyampaikan kepada Bapak Presiden sesuai Fakta yang terjadi, inilah Seruan Penyataan Sikap Masyarakat Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Dari Agustus sudah mulai terjadi Karhutla. anak – anak berjibaku menangani dengan cepat memadamkan kebakaran membantu menyiramkan air mengentaskan Kebakaran di daerah mereka masing – masing. Kami bertahan dengan Ventilasi yang tertutup rapat karna tidak kuat dengan bau asap Karhutla, kami jadi bengek dan berharap ada rumah Oksigen untuk pernapasan kami yang sudah tidak tahan. PJJ pembelajaran anak jarak jauh sudah mulai dari September. Palangkaraya masih terbakar Asap, kadang pekat kadang hilang sebentar. Dan berharap, hujan segera turun membasahi Kalimantan Tengah, inilah ungkapan seruan dari masyarakat yang terdampak Kebakaran di Kalimantan Tengah.
(Redaksi)






