Seruan Penggiat Anti Narkoba Di Persimpangan Jalan,Di Hari Anti Narkotika InternasionalI

IMG-20260627-WA0004

Jakarta, Posindonesia.net –

Di balik berbagai upaya pemberantasan narkoba di Indonesia, ada ribuan penggiat anti narkoba yang bekerja dalam diam. Mereka hadir di sekolah, kampus, rumah ibadah, lingkungan masyarakat, hingga pelosok negeri untuk memberikan edukasi, penyuluhan, pendampingan, dan harapan bagi generasi muda.

Mereka bukan sekadar relawan. Mereka adalah pejuang kemanusiaan yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kehidupan pribadi demi satu tujuan mulia: menyelamatkan anak bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Ironisnya, tidak sedikit dari mereka yang kini berada di persimpangan jalan. Perjuangan mereka sering kali luput dari perhatian. Dukungan yang diharapkan belum sepenuhnya hadir. Mereka berjuang dengan segala keterbatasan, namun tetap memilih bertahan karena mereka percaya bahwa setiap generasi yang terselamatkan adalah kemenangan bagi Indonesia.

Para penggiat anti narkoba tidak lagi membutuhkan pencitraan ataupun validasi. Mereka tidak mengejar popularitas maupun penghargaan. Yang mereka perjuangkan adalah masa depan bangsa, agar Indonesia tidak kehilangan generasi emas akibat bahaya narkoba.

Momentum Hari Anti Narkotika Internasional setiap tanggal 26 Juni bukan sekadar seremoni tahunan atau ucapan selamat yang berulang setiap tahun. Peringatan ini seharusnya menjadi panggilan bersama untuk memperkuat komitmen, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan tindakan nyata dalam perang melawan narkoba.

Ketua Umum Gaharu Nusantara Bersinar (GNB), Vernando Sihombing menegaskan:

> *”Jangan hanya mengucapkan Selamat Hari Anti Narkotika Internasional. Jangan hanya meneriakkan yel-yel ‘War on Drugs’. Wujudkan seruan itu melalui bukti, aksi nyata, dan kerja bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.”*

Lebih lanjut, Vernando menyampaikan harapannya kepada pemerintah:

> *”Kami mengajak Presiden Republik Indonesia untuk memberi perhatian kepada para penggiat anti narkoba di seluruh Indonesia. Rangkullah mereka sebagai mitra strategis bangsa. Mereka telah mempersembahkan hidup, tenaga, dan pengabdian demi Indonesia yang bersih dari narkoba. Jangan biarkan mereka terus berjuang sendirian di persimpangan jalan.”*

Perang melawan narkoba tidak akan pernah dimenangkan hanya oleh satu lembaga atau satu institusi. Dibutuhkan sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, keluarga, dan seluruh elemen bangsa.

Menyelamatkan satu anak dari narkoba berarti menyelamatkan satu masa depan. Menyelamatkan satu generasi berarti menjaga masa depan Indonesia.

Mari jadikan Hari Anti Narkotika Internasional sebagai momentum untuk bergerak bersama, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan langkah nyata demi Indonesia yang sehat, kuat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Salam Bersinar. Bersama Kita Bisa. Bersama Kita Selamatkan Generasi Bangsa.